Pertolongan Pertama Pada Stroke

Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali. Sayangnya, kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian gagal mengenali gejala-gejala stroke.

Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini :

1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM..
2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT
SEDERHANA (yang masuk akal), contoh: “Hari ini cerah.” Blablabla… .

Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA STROKE

Pertolongan Pertama Pada Stroke (Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga). Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE.

Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DARURAT yang dapat berhasil 100%.

Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak.

Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja, maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit.

1. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus
tenang.

2. Sipenderita harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh (mis:
dikamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja). JANGAN DIPINDAHKAN !!!
Sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan
mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak.

3. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak
terjatuh lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Yang
terbaik ialah menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada,
maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai dengan
terlebih dahulu disterilkan dulu dengan cara dibakar diatas api.

4. Segera setelah jarum steril, lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG
JARI TANGAN. Titik penusukan kira-kira 1cm dari ujung kuku. Setiap jari
cukup ditusuk 1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1
tetes darah. Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara
dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari.
5. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar
kembali.

6. Bila mulut sipenderita tampak mencong / tidak normal, maka KEDUA
DAUN TELINGA sipenderita HARUS DITARIK-TARIK sampai berwarna
kemerah-merahan.

7. Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG
BAWAH DAUN TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari
setiap ujung daun telinga. Dengan demikian dalam beberapa menit
bentuk mulut sipenderita akan kembali normal.

8. Setelah keadaan sipenderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti,
maka bawalah sipenderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit
terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

~ oleh gabott pada Oktober 20, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: